USUS KECIL DAN USUS BESAR

USUS KECIL
SMALL INTESTINE

Usus kecil merupakan bagian terpanjang dari saluran pen­cernaan. Panjang usus kecil pada seorang dewasa yang masih hidup sekitar 3 meter. Pada seseorang yang telah meninggal organ ini akan mengendur dan memanjang hingga mencapai 7 meter. Usus kecil dibagi menjadi tiga bagian, yaitu, duode­num yang berhubungan langsung dengan lambung berukuran panjang 25 centimeter, lalu diikuti dengan yeyunum dan ileum dengan panjang 2,75 meter. Bagian terakhir dari usus kecil ini bersambungan langsung dengan usus besar yang panjangnya 1,5 meter.



Sebelum makanan masuk ke usus kecil, terlebih dahulu diaduk dengan zat pencerna lambung hingga merata sampai menjadi "bubur encer". Setibanya di usus kecil bubur encer ini akan menjalani berbagai proses yang lebih rumit. Di sini bubur makanan ini akan dikocok dan dicampur aduk dengan berbagai aneka ragam zat pencerna. Gerakan mengocok ini dilakukan oleh otot lapisan luar sebanyak 10-15 kali per menit. Sedang otot lapisan dalam akan mendorong isi usus kecil ke arah usus besar sebanyak 8-12 kali per menit dengan cara seperti memijat isi tuba pasta gigi keluar.

Pergerakan makanan di usus kecil terjadi secara perlahan­lahan dan tidak teratur, hal ini perlu agar makanan bisa tinggal cukup lama untuk dapat dicerna dan diserap dengan tuntas dan maksimal. Tapi sebaliknya, jika makanan yang masuk mengandung kuman penyakit atau racun, maka otot lapisan dalam usus akan bekerja jauh lebih cepat dan kuat, agar makanan yang mengandung kuman/racun bisa segera dengan cepat digeser dan dibuang ke luar, sebelum kuman/racun itu bisa masuk dan merusak tubuh. Hal ini ditandai dengan keluarnya makanan yang belum tuntas diolah dalam bentuk bubur cair atau diare (mencret).

Guna proses pencernaan yang sempurna, dalam satu hari, mulut akan memproduksi 2 liter air liur, lambung memproduksi 2 liter cairan getah pencerna, usus kecil memproduksi 2,5 liter cairan pencerna, ditambah 1,5 liter yang berasal dari hati dan kandung empedu. Keseluruhannya bisa mencapai 8 liter cairan pencerna yang digunakan untuk mengolah makanan dalam satu hari.

Di usus kecil, ada sekelompok bakteri baik yang menolong proses pencernaan makanan serta mencegah masuknya bakteri jahat yang berasal dari usus besar.

USUS BESAR
LARGE INTESTINE



Usus besar ini panjangnya 1,5 meter. Fungsinya ibarat WC rumah kita. Organ ini bagaikan kebun binatang, yang di dalamnya hidup sampai 50 jenis kuman dengan jumlah mencapai triliunan.

Fungsi utama dari setengah bagian pertama kolon/usus besar adalah menyerap kembali cairan sisa-sisa makanan. Jika cairan ini tidak diserap kembali, seseorang akan menjadi kering bagaikan mumi dalam waktu singkat. Setengah bagian lagi sebagai gudang penyimpan kotoran.

Komposisi kotoran (feses) ditentukan oleh jenis makanan yang dimakan. Makanan yang mengandung banyak serat tumbuhan, akan membentuk lebih banyak feses, karena serat tersebut tidak bisa dicerna. Umumnya feses terdiri dari 75% air, dan sisanya terdiri atas protein, mineral, serat tumbuhan, sisa-­sisa zat pencerna, sel-sel mati yang mengelupas dari dinding saluran cerna, serta segudang bakteri yang telah mati maupun yang masih hidup.

Seperti pada usus kecil, isi usus besar ini juga dicampur aduk dan didorong ke arah luar oleh otot usus besar. Pergerakan ini disebut “peristaitik usus".

Dalam kondisi normal usus seseorang akan dihuni oleh berbagai jenis bakteri baik yang bersifat menolong. Di usus besar, bakteri tertentu sangat menguntungkan, salah satunya untuk membuat beberapa jenis vitamin B dan vitamin K. Selain itu bakteri ini pun mencerna sisa-sisa protein sambil membentuk bau atau gas yang keluar dari dubur.

Bakteri yang hidup di usus besar akan menghasilkan sekitar 2 liter gas dalam satu hari. Kebanyakan dari gas ini merupakan hasil fermentasi sisa-sisa makanan oleh bakteri yang terdapat di usus. Secara normal gas ini akan diserap oleh usus besar itu sendiri. Tetapi yang tidak terserap akan keluar lewat dubur. Makanan yang merangsang bakteri usus untuk produksi gas berlebihan, yaitu: ubi, kol, bawang dan kacang merah.

Sulit buang air besar atau konstipasi merupakan bagian daripada penyakit. Buang air besar yang normal idealnya dua kali dalam satu hari, minimal satu kali tanpa kesulitan (konstipasi). Banyak orang kurang menyadari akan pentingnya buang air besar tiap hari dan teratur. Padahal seseorang yang tidak bisa buang air besar setiap hari, dia akan menabung sampah kotoran di dalam ususnya dan hal ini awal dari proses penumpukan racun (toksik) yang akan mengganggu keseimbangan sistem tubuhnya. Konstipasi (sulit buang air besar) juga merupakan lahan untuk berkembangnya kuman (bakteri jahat) yang jadi sumber utamanya berbagai penyakit infeksi.

“DR.Bernard' Jensen”, seorang ahli diet therapy dan tissue cleansing mengatakan, bahwa hampir 50%-nya penyakit kanker terjadi pada mereka yang punya masalah konstipasi (sulit buang air besar), dan hampir separuh wanita penduduk dunia punya masalah sulit buang air besar (konstipasi).

Bayangkan konstipasi (sulit buang besar) ibarat WC rumah kita macet dan tidak terawat. Sebagus apapun sebuah rumah, apabila WC-nya macet dan kotor, maka orang akan menganggap kalau penghuni rumah itu jorok, dan siapa pun yang masuk ke rumah itu tidak akan merasa nyaman. Yang lebih parah lagi, kemacetan WC akan membuat berbagai kuman berkembang dengan suburnya. Hal ini akan berakibat pada penghuni seisi rumah akan dengan mudah terjangkit berbagai penyakit infeksi ringan ataupun berat. Untuk itu semua, mulai hari ini pandai-­pandailah menjaga WC usus rumah kita tetap bersih dengan buang air besar yang rutin dan teratur.


Sungguh luar biasa bagaimana kedua organ ini saling bahu membahu secara aktif mendukung kehidupan dan menyelamatkan nyawa manusia.















Tidak ada komentar:

Posting Komentar